01 April 2008

Mindset

Pertandingan Basket NBA adalah salah satu cabang olahraga yang saya suka dan Michel Jordan dari club Chicago Bulls adalah pemain basket paforit saya. Sayang karena umurnya, maka tidak bisa dihindari ada waktunya dia harus mengundurkan diri sebagai pemain basket. Pada akhir pertandingan untuk perpisahannya dia sempat diwawancarai oleh salah satu stasiun TV, salah satu pertanyaan yang diajukan oleh si pewncara adalah apa sebenarnya yang menjadi resep kunci suksesnya selama ini. Jawaban Jordan adalah bahwa dalam setiap pertadingan selama ini dia selalu berkata kepada dirinya sendiri, "Ini adalah pertandingan terakhir kalinya, setelah ini dia tidak main lagi." Jadi karena ini adalah pertandingan terakhir kali maka dia akan bermain sebaik mungkin semaksimal mungkin dan itu yang membuat dia selalu memberikan yang terbaik. Setiap kali dia bertanding dia selalau bilang pada dirinya sendiri, "Ini pertandingan terakhir saya, ini pertandingan terakhir saya, saya harus bermain sebaik mungkin!" Pemikiran ini dia tanamkan dalam pikiran dia setiap kali dia diturunkan sebagai pemain di timnya. Inilah yang menjadi mindset dia sehingga dia berhasil menjadi salah satu pemain basket yang hebat yang pasti akan dikenang sepanjang masa!

Apa itu mindset?
Sering kali kita mendengar kata mindset tetapi mungkin kita belum tahu apa arti mindset. Mindset sebenarnya dua kata bahsa Inggris yang digabung menjadi satu yaitu "mind" dan "set". Mind berarti pikiran, akal, ingatan. Sedangkan "set" adalah kumpulan, perangkat. Jadi secara harafiah diartikan sebagai kumpulan atau perangkat pikiran atau akal atau ingatan. Tetapi sebenarnya maksudnya bukan seperti itu, tetapi yang saya maksud mindset disini adalah pola pikir yang mempengaruhi pola kerja.

Sebagaimana difinisi mindset diatas yaitu pola pikir yang mempengaruhi pola kerja, demikian juga Michel Jordan, dalam setiap kali pertandingan basketnya, pola kerja dia dipengaruhi oleh pola pikirnya (mindsetnya). Mindsetnya adalah bahwa dalam setiap pertandingan yang dia hadapi, dia selalu bilang kepada dirinya "ini adalah pertandingan terakhir saya, jadi saya harus bermain sebaik mungkin (I will do it my best because this is my last game!)". Inilah yang memompa energi Jordan yang menyemangati untuk tidak mudah menyerah, kalimat ini kalau dia ucapkan lebih kuat pengaruhnya dari pada energi drink yang dia minum, kalimat ini seperti vitamin yang memberi tenaga, yang memberi stamina (daya tahan) dan ketahanan fisik (endurance) yang luar biasa seolah-olah tidak pernah kehabisan tenaga.

Manusia pada umumnya dalam melakukan sesuatu pasti lebih dulu orang tersebut karena didorong oleh pola berfikirnya. Jadi pola pikirlah yang menggerakkan, mendorong atau yang menjadi landasan mengapa seseorang melakukan sesuatu. Itulah sebabnya kalau kita hendak melarang seseorang untuk tidak melakukan suatu hal atau sebaliknya mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu maka hal pertama yang harus dipengaruhi lebih dulu adalah pola pikirnya, jalan pikirannya yang diubah dulu. Kita bisa saja melarang seseorang untuk tidak melakukan sesuatu atau mendorong seseorang melakukan sesuatu tetapi jika tanpa merubah pola pikirnya lebih dulu maka tidak akan menghasilkan suatu perubahan hasil yang permanen atau perubahan yang berarti. Kalau kita ingin merubah perilakau seseorang dengan hasil yang lebih permanen atau lebih berarti maka yang harus dipengaruhi pertama kali adalah pola pikirnya.

Sebagai contoh misalnya kalau kita punya anak yang malas belajar dan maunya hanya main terus, dan kita ingin anak kita supaya mau rajin belajar, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah merubah pola pikirnya mengapa belajar itu penting, yaitu dengan memberi nasehat bahwa kalau mau pinter, mau berhasil, mau jadi insinyur (kalau cita-citanya jadi insinyur) dll., kita harus menjabarkan syarat-syarat bagaimana menjadi seorang yang berhasil dan kalau perlu memberi contoh-contoh kepada anak kita tentang orang-orang yang sudah berhasil meraih cita-cita. Mereka yang sudah berhasil meraih cita-cita mereka sudah pasti mereka bekerja keras dan terbiasa mendisiplinkan diri dengan terus belajar dan bekerja giat guna meraih cita-citanya itu. Dengan melarang dan memarahi saja tidak cukup, itu hanya akan merubah cara kerja secara sementara. Kalau ada orang tuanya mau disiplin, mau belajat, giliran tidak dilihat oleh orang tuanya, maka kembali lagi ke kebiasaan jeleknya. Ini artinya apa? Ini artinya mindsetnya belum berubah. Ubahlah mindset maka berubahlah seseorang menjadi benar-benar seperti yang kita inginkan. Ubah pola pikirnya maka akan berubah pola kerjanya.

Demikian juga kalau kita hendak "menyemangati" karyawan kita dalam bekerja, maka hal pertama yang kita harus rubah, kita pengaruhi dalam diri karyawan kita adalah pola pikirnya. Bagaimana caranya? Misalnya, ajaklah dan libatkan dalam membahas suatu planning dalam bidangnya (departemennya) dan diskusikanlah bersama, libatkanlah dalam menganalisa baik-buruknya, untung ruginya, kuat dan lemahnya (strong-point dan weak point) dari rencana kerja yang telah disusun bersama tersebut. Ajaklah juga menganalisa bagaimana mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi. Ini akan mempengaruhi secara tidak langsung pola pikirnya yang nantinya akan berpengaruh pada pola kerjanya. Kenapa? karena karyawan kita tahu rencana yang susun, dia merasa ikut "memiliki" dihargai idenya, logika berfikirnya dll. Pola pikir berubah... pola kerja berubah!

Pendek kata pola pikirnya yang dipengaruhi dulu, maka perilaku pasti berubah. Pola pikirnya berubah, maka pola kerja juga berubah. Pasti bisa!

5 komentar:

Unknown mengatakan...

Siap saya mulai paham apa itu mindset, saya akn cari referensi lain. Thanks Post nya bermanfaat:)

Queenbee mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Buku Impian Miliati mengatakan...

mantaps pak..trims tulisannya sgt membantu pencerahan ttg MINDSET !

Unknown mengatakan...

Terima kasih pak atas definisinya.
Saya sudah sering mendengan apa itu mindset, tetapi ada 1 pertanyaan yg ingin saya tanyakan kepada bapak.

"Bagaimana cara merubah mindset seseorang yg malas,cengel,cenderung tidak memperhatikan perkataan saya dan selalu menganggap remeh apa yg saya katakan"

Karena dia bawahan saya yg harus saya bimbing dan gk mungkin juga kalau saya menelantarkan dia, karena dia sudah menggantungkan harapannya kepada saya.

Terima kasih

Apabila berkenan bisa sharing2 lebih lanjut di bbm atau media lain.

Pin: 293c9ada
Tlp: 082231411851
Email: el.satrioraw@gmail.com

Rahman mengatakan...

Bagain mana jika mindset seseorang berubah pola pikirnya menjadi kekanak kanakan yng di karnakan oleh lingkungannya. Bgai mana solusinya pak admin. Thx